Minggu, 28 November 2010

Pengorganisasian

Pendahuluan

Istilah organisasi memiliki 2 arti umum. Pertama mengacu kepada lembaga atau kelompok fungsional, contohnya perusahaan atau pemerintah. Kedua mengacu pada proses pengorganisasian sebagai salah satu fungsi dari manajemen.

Pengorganisasian merupakan suatu cara pengaturan pekerjaan dan pengalokasian pekerjaan diantara para anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien.

Menurut Stoner ( 1996 ) langkah - langkah dalam pengorganisasian, yaitu :
  1. Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
  2. Membagi beban kerja ke dalam kegiatan - kegiatan yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok orang
  3. Mengkombinasi pekerjaan anggota perusahaan dengan cara yang logis dan efisien
  4. Penetapan mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis
  5. Memantau efektivitas organisasi dan mengambil langkah - langkah penyesuaian untuk mempertahankan atau meningkatkan efektivitas



 Bagan Organisasi


Bagan organisasi memperlihatkan susunan fungsi - fungsi, depertemen - departemen, atau posisi - posisi organisasi dan menunjukkan hubungan diantaranya. Bagan organisasi memperlihatkan 5 aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :
  1. Pembagian kerja
  2. manajer dan bawahan atau rantai  perintah
  3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
  4. Pengelompokkan segmen - segmen pekerjaan
  5. Tingkatan manajemen 
  Bentuk - bentuk bagan organisasi terdiri dari :
  • Bentuk Piramid
 Bentuk yang paling banyak digunakkan karena sederhana, jelas dan mudah dimengerti.

  •  Bentuk Vertikal
Bentuk yang agak menyerupai bentuk piramid dalam hal pelimpahan kekuasaan dari atas ke bawah, hanya bagan vertikal berwujud tegak sepenuhnya.


  •  Bentuk Horizontal
 Bagan ini digambarkan secara mendatar, aliran wewenang dan tanggung jawab digambarkan dari kiri ke kanan.


  • Bentuk Lingkaran 
Bagan ini menekankan hubungan antara satu jabatan dengan jabatan yang lain



Departementalisasi

Pegawai atau karyawan dalam suatu perusahaan terhubung dalam suatu kesatuan struktur yang menyatu dengan tujuan agar pekerjaan yang ada dapat terselesaikan dengan lebih baik dibandingkan tanpa adanya pembagian bagian tugas kerja.

Untuk melakukan pengumpulan orang-orang dalam suatu unit, divisi, bagian ataupun departemen dengan tugas pekerjan yang berkaitan diadakan kegaitan departementalization atau departementalisasi.

Pembagian departemen atau unit pada struktur organisasi dapat dibagi menjadi 3 (tiga) macam :

1. Departementalisasi Menurut Fungsi

Pada pembagian ini orang yang memiliki fungsi yang terikat dikelompokkan menjadi satu. Umum terjadi pada organisasi kecil dengan sumber daya terbatas dengan produksi lini produk yang tidak banyak. Biasanya dibagi dalam bagian keuangan, pemasaran, umum, produksi, dan lain sebagainya.

2. Departementalisasi Menurut Produk / Pasar

Pada jenis departementalisasi ini orang-orang atau sumber daya yang ada dibagi ke dalam departementalisasi menurut fungsi serta dibagi juga ke dalam tiap-tiap lini produk, wilayah geografis, menurut jenis konsumen, dan lain sebagainya.

3. Departementalisasi Organisasi Matrix / Matriks

Bentut organisasi matriks marupakan gabungan dari departementalisasi menurut fungsional dan departementalisasi menurut proyek. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik secara fungsi maupun proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan / komando ganda. Proyek biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap.


sumber :
http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/93021-6-248379751709.doc
http://organisasi.org/macam-jenis-bentuk-bentuk-struktur-organisasi-departementalisasi-perusahaan-bisnis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar